Anda pasti pernah merasakan sakit di bagian bawah perut, entah rasa sakit yang ringan, kram, atau terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum. Namun apakah Anda tahu penyebabnya ?
Dalam ilmu medis, sakit perut bagian bawah kerap dideskripsikan sebagai nyeri panggul. Rasa sakit ini bisa menyerang pria maupun wanita, meski lebih umum ditemui pada wanita..
Sakit Perut Bagian Bawah pada Wanita
Sakit perut bagian bawah lebih sering terjadi pada wanita karena berhubungan dengan organ reproduksi kaum hawa, seperti vagina, ovarium, rahim, serviks, atau tuba falopi.
Dalam ilmu medis, sakit perut bagian bawah kerap dideskripsikan sebagai nyeri panggul. Rasa sakit ini bisa menyerang pria maupun wanita, meski lebih umum ditemui pada wanita..
Sakit Perut Bagian Bawah pada Wanita
Sakit perut bagian bawah lebih sering terjadi pada wanita karena berhubungan dengan organ reproduksi kaum hawa, seperti vagina, ovarium, rahim, serviks, atau tuba falopi.
Berikut ini kemungkinan penyebabnya:
- Sakit perut akibat menstruasi.
- Ovulasi atau proses pelepasan telur yang telah matang tersebut dari dalam rahim untuk kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi. Proses ini biasanya terjadi 16 hari setelah hari pertama siklus menstruasi atau 14 hari sebelum haid berikutnya.
- Hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik.
- Keguguran.
- Penyakit radang panggul.
- Kista ovarium atau gangguan lain pada ovarium.
- Endometriosis atau penyakit pada sistem reproduksi wanita di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim yang juga dapat mengiritasi jaringan di sekitarnya. Lama-kelamaan, jaringan parut atau bekas iritasi pun terbentuk.
- Abrupsi plasenta atau gangguan lain pada plasenta saat hamil.
- Fibroid atau pertumbuhan sel yang tidak normal pada rahim (uterus)
- Gangguan pada serviks seperti infeksi, radang, atau kanker.
- Kanker rahim.
- Radang saluran tuba atau salpingitis.
Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait rasa sakit yang Anda rasakan, seperti:
- Cedera.
- Penyakit Crohn.
- Gangguan usus.
- Radang usus buntu.
- Radang kandung kemih.Infeksi ginjal.
- Batu ginjal.
- Penyakit menular seksual, seperti gonore atau sifilis.
- Divertikulitis.
- Patah tulang panggul.
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait rasa sakit yang Anda rasakan, seperti:
- Apakah Anda sedang hamil ?
- Sudah berapa lama merasakan sakit pada bagian bawah perut ?
- Seperti apa rasa sakitnya ?
- Kapan rasa sakit biasanya muncul ?
- Apakah saat pagi hari, malam hari, sesudah makan, atau saat menstruasi ?
- Apakah rasa sakit turut menyerang bagian tubuh Anda yang lainnya, seperti bokong, selangkangan, pundak, atau punggung bawah ?
- Tes darah
- Tes urine
- Pemeriksaan pada alat kelamin
- Atau tes kehamilan.
Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan lain melalui :
- Foto Rontgen, USG, maupun CT-Scan.
Bila diperlukan, dapat dilakukan prosedur endoskopi atau pemeriksaan sistem pencernaan dengan kamera, histeroskopi atau pemeriksaan rahim dengan kamera, dan laparoskopi.
Beberapa hari kemudian dokter akan memberikan hasil tes tersebut. Berdasarkan diagnosis yang ditemukan, dokter bisa membantu Anda memilih langkah pengobatan yang sesuai
Ada sakit perut yang bisa ditangani sendiri di rumah dengan cara sederhana, atau mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas di pasaran.
Tapi, ada juga penyebab sakit perut bagian bawah yang harus ditangani khusus secara medis, misalnya melalui operasi.
Segera pergi ke dokter atau unit gawat darurat di rumah sakit terdekat apabila Anda menderita sakit perut bagian bawah disertai dengan sakit yang teramat sangat, demam, mual, muntah, perut bengkak, perut terasa sakit sekali saat disentuh, atau tinja berdarah.
Segera pergi ke dokter atau unit gawat darurat di rumah sakit terdekat apabila Anda menderita sakit perut bagian bawah disertai dengan sakit yang teramat sangat, demam, mual, muntah, perut bengkak, perut terasa sakit sekali saat disentuh, atau tinja berdarah.
Begitu pula halnya jika sakit perut bagian bawah terasa setelah Anda mengalami kecelakaan, cedera, atau sakit di bagian dada.

Komentar
Posting Komentar